Padanya Masih

by - 05.17




Kampung kecilku yang riuh kini menjelma
Suara krik – krik yang dulu merdu hanya tinggal beberapa

Pada lembaran – lembaran bamboo yang setia teduhkanku dulu
Kini semakin rapuh tertelan masa
Sedang tanah – tanah hitam sekitar
Telah berlubang sana – sini
Demi ribuan bata yang menegakkan bangunan – bangunan baru disekitar

Keramaian yang  menceriakan  lenyap karena ambisi
Pemuda , pemudi, wanita, lelaki
Berbondong menuju negeri seberang
Demi sekeping rupiah
Tuk membangun istana warna warni

Lihat!
Kampung kecilku kini penuh warna – warni
Megah bertahta rumah – rumah gedong
Yang menyerupai istana kota
atau bahkan jauh lebih indah
Namun tiada berpenghuni
Hanya renta – renta penunggu
Pengasuh cucu – cucu mereka

Namun…
Padanya masih setia kuukir
Dongeng – dongeng pengantar tidur
Yang dulu kerap dilantunkan
Tuk melelapkanku dalam buaian kasih sayang
Padanya juga masih kuingat
Tradisi temurun yang diajarkan
Tentang sebuah ritual perayaan adat
Pantang tuk  ditinggalkan

Padanya…
Kampung kecilku..
Sampai kapanpun tetaplah tanah kelahiranku
Tanah yang menjadikanku sekarang ini
Tanah leluhurku
Tanah Jawaku
Tanah Indonesiaku


Madiun, 28 Agustus 2011

You May Also Like

0 komentar