Membangun Sinergi antara Media dan Mahasiswa Melalui Pelatihan Jurnalistik

2:56 AM



Surya(9/4)- Siang itu, kantor redaksi harian Surya tampak ramai. Sejumlah mahasiswa Universitas Airlangga melakukan Kunjungan dan Pelatihan Jurnalistik  di kantor redaksi Harian Surya yang bertempat di Rungkut Industri III 68 dan 70.  Acara yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Departemen Sastra Indonesia Uniersitas Airlangga ini dimulai pukul 10.00 hingga 15.30 WIB.

Acara dibuka oleh sambutan singkat tentang Harian Pagi Surya dan langkah membangun sinergi antar kampus oleh PIC Surya, Andik Tri Susanto. Lalu dilanjutkan oleh sambutan Ketua Himpunan Mahasiswa Departemen Sastra Indonesia, Rizal Agung urnia.
Pelatihan diikuti oleh kurang lebih lima puluh mahasiswa itu dipandu oleh Ezith Perdana Estafeta selaku moderator, serta  M. Taufiq Zuhdi, Marketing communication manager redaksi Surya, dan Oni Dwi Arianto, S.S. sebagai pemateri.
M. Taufiq Zuhdi sebagai pemateri pertama memaparkan konsep kewartawanan secara umum. Materi-materi yang dipaparkan antara lain untuk mengetahui dasar-dasar jurnalistik, memahami substansi berita, membedakan jenis berita, dan mengetahui fungsi media. Ada beberapa dasar jurnalistik yang perlu diketahui antara lain: objek-objek yang diteliti, nilai berita, kaidah penulisan, penggalian informasi, teknik wawancara, dan  struktur penulisan.


Dalam hal teknik wawancara, hal yang utama harus dikuasai seorang wartawan adalah menguasai masalah dan tidak menggurui. Menggurui disini dimaksudkan bahwa, seorang wartawan terkadang mengetahui hal-hal yang lebih dari beberapa narasumber terlebih dahulu sehingga seolah-olah ia yang paling tahu. Tulisan yang baik adalah tulisan yang ringkas, jelas , akurat .
Pemateri  kedua, Oni Dwi Arianto yang merupakan Alumni Sastra Indonesia ’99 memberikan materi yang berkaitan dengan editing karena ia pernah bekerja sebagai editor (penyunting) bahasa di Harian Pagi Surya. Mantan presiden Bem Fakultas Sastra (FIB) 2001 dan 2003 ini menjelaskan beberapa aspek yang harus dikuasai seorang editor yaitu: menguasai ejaan tata bahasa (EYD) , Memiliki Kamus, memiliki kepekaan bahasa, teliti dan sabar, memiliki kepekaan terhadap SARA dan pornografi, memiliki keluwesan, memiliki kemampuan menulis, dan menguasai bahasa asing.

Dengan gaya bicara yang santai dan kocak, Oni mampu membuat peserta terhibur dan tidak jenuh. Ia memberikan beberapa contoh potongan artikel media cetak dan peserta diminta untuk menganalisis kesalahan-kesalahan judul yang tidak sesuai dengan kaidah EYD. Peserta pelatihan sangat antusias, hal ini juga dapat mengukur sejauh mana peserta pelatihan menguasai ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Selepas istirahat siang, peserta pelatihan dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk membuat  satu halaman muka sebuah media cetak (Koran) dengan nama bebas.  Suasana sangat riuh karena sejumlah mahasiswa berpacu membuat berita dan halaman muka dalam waktu singkat. Dari yang peserta buat, mereka kemudian diminta untuk mempresentasikan satu persatu dan dikomentari oleh Taufiq dan Oni.

Dari beberapa media yang dibuat oleh peserta, dapat disimpulkan bahwa beberapa sudah bagus dalam pembuatan berita dan pengaturan letak, namun dalam kerangka berfikir harus lebih diperluas ruang ligkupnya agar tidak terpaku pada hal-hal  yang ada di sekitar.
Sebagai acara penutup, para peserta pelatihan berkesempatan untuk berjalan-jalan di percetakan dan redaksi harian Surya. Dari sini, peserta dapat melihat mesin-mesin yang digunakan untuk pencetakan surat kabar dan beberapa majalah mingguan serta mendapatkan penjelasan tentang prosesnya dari awal hingga akhir. Setelah puas memahami proses pencetakan surat kabar dari awal hingga akhir, para peserta diajak memasuki ruang redaksi dan berkenalan dengan beberapa staff. Namun sayang, para peserta tidak dapat berjumpa dengan jurnalis/wartawan karena mereka masih berada di lapangan. Para peserta hanya bisa mengetahui proses pengiriman berita yang berbasis web editor hingga pelayoutan yang dipaparkan oleh salah satu orang yang ada di redaksi tersebut.
“Kami berharap dengan adanya acara ini mahasiswa memperoleh ilmu dalam bidang jurnalistik, juga dapat melihat secara langsung proses percetakan majalah. Hal tersebut sangat menarik, mengingat belajar dapat dilakukan tidak hanya di ruang kelas tetapi juga dimana saja,” terang Aia selaku ketua panitia.
Selain itu, melalui acara ini diharapkan nantinya akan ada kerjasama lebih lanjut antara pihak Surya dengan mahasiswa baik itu tingkat fakultas maupun universitas. Program semacam ini diperlukan untuk mengasah kemampuan mahasiswa, terutama dalam bidang jurnalistik,  memperkenalkan mahasiswa terhadap dunia media terutama yang berhubungan dengan kewartawanan. (rie)

You Might Also Like

0 comments