Baju Baru, Kebutuhan atau Keinginan? - rieagustina

Baju Baru, Kebutuhan atau Keinginan?

by - 06.03



Menjelang hari raya pada umumnya orang-orang akan berburu baju baru. Entah dari mana tradisi ini berasal, yang jelas setiap menjelang hari raya pasar, mall hingga lapak pedagang Online penjual produk Fashion akan ramai dikunjungi oleh pembeli.
Saya sendiri, tidak pernah memusingkan diri soal urusan membeli baju baru di hari raya idulfitri. Bagi saya, baju baru adalah urusan nomor sekian. Tahun lalu, saya juga pernah menulis tentang Ini, Baju Baru Ketika Lebaran Bukan Lagi Prioritas

Bagi saya, memakai baju yang lama pun tak jadi soal, yang penting masih layak dan nyaman dipakai. Bahkan bisa dibilang, selera fashion saya cukup buruk πŸ˜‚ 
Yang jadi persoalan adalah omongan-omongan orang yang terkadang bikin risih diri sendiri. 

bajumu kok itu-itu aja sih"
"nggak ada baju lain, ta?" 
"bajumu lho, nggak cocok" 
Ya memang sih, masih banyak orang menganggap baju baru adalah hal yang harus dipunya, karena lagi-lagi orang masih suka judge book by a cover alias masih suka melihat seseorang dari penampilan luar. 

5 tahun ke belakang saya tidak beli baju di saat menjelang idulfitri. Dua tahun ini belum beli baju sama sekali. Malah tahun kemarin mendapat baju karena diberi tante dan teman. Bersyukur sekali yang penting saya masih nyaman memakai baju-baju lama. Tak hanya baju, hal ini berlaku juga untuk Barang-barang lain. Mikir-mikir lagi untuk membeli sesuatu, kecuali Makanan. 

Berkah punya badan mungil, baju jaman SD masih muat 

Punya tubuh ukuran mungil gini ada berkahnya juga. Nggak perlu ribet ukuran SIZE. Hohoo.. Bahkan baju jaman SD masih ada dan muat, lho! SERIUS hahah
Iya, salah satu hal yang saya syukuri dari tubuh kecil saya adalah, nggak perlu ribet untuk cari ukuran baju. Ukuran M kadang masih longgar. Wkwkw walaupun nggak enaknya suka dibilang nggak pernah makan, kurang makan. :'(

Baju Baru, Kebutuhan atau Keinginan?

Mungkin terkesan sok atau gimana, tapi saya termasuk orang yang pelit dalam membeli baju. Harga juga menjadi pertimbangan yang paling penting, untuk mengeluarkan uang sekian ratus ribu membeli baju selalu mikir betkali-kali, melipir cari yang lebih murah. 

Saya selalu mikir, beli baju kalau memang benar-bemar butuh bukan sekadar ingin. Dalam artian, saya sedang membutuhkan untuk acara atau kegiatan tertentu yang mengharuskan dresscode misalnya.
Beberapa tahun belakangan jika sedang menginginkan membeli baju saya selalu menimbang-bimbang terlebih dahulu "apakah baju ini nanti sering dipakai? Jangan-jangan habis beli nggak dipakai" 
Sekarang malah mulai menerapkan decluttering, belajar hidup minimalis dan mengurangi Barang-barang di rumah. Entah itu pada baju atau pada barang-barang lainnya.

Jadi intinya, menggunakan baju tidak harus baru, baju lama pun tak jadi soal yang penting saya nyaman saat menggunakannya. Nggak perlu juga mengikuti Tren, kecuali kalau kamu seorang publik figur yaa.. Hehehe 

You May Also Like

1 komentar

  1. Tos dulu dong kita!! Baju SDku aja msih muatttt. Ku kira cuma aju doang yg gini, eh ternyata ada temennya juga tah🀣

    BalasHapus