Belajar ODOP dengan Cara Ikut BPN 30 Day Ramadan - rieagustina

Belajar ODOP dengan Cara Ikut BPN 30 Day Ramadan

Dua tahun belakangan saya mulai mengisi kembali blog yang sempat ditinggalkan bertahun-tahun. Sebenarnya saya punya blog sejak SMA sekitar 2...



Dua tahun belakangan saya mulai mengisi kembali blog yang sempat ditinggalkan bertahun-tahun. Sebenarnya saya punya blog sejak SMA sekitar 2010, namun saat itu blog full untuk curhat. Hehe. Mengisi blog kembali, membuat saya belajar lebih banyak hal baru, memiliki pengalaman baru, teman-teman baru dan juga komunitas baru.
Sejak mulai menulis di blog lagi dua tahun lalu, banyak cerita dan pengetahuan baru yang saya dapat. Salah satunya istilah One Day One Post (ODOP). Bahkan di luar sana ada komunitasnya yang melakukan one Day one post alias menulis blog satu hari satu postingan. Salut untuk yang konsisten! 

Nah, sudah dua kali ini pula saya ikut tantangan 30 hari menulis blog dari Blogger Perempuan di bulan Ramadan. Bagi saya, tantangan ini sangat bermanfaat bagi Blogger pemula seperti saya. Belajar untuk membuat postingan satu hari sekali / ODOP (walaupun realitanya sering rapel beberapa postingan dan telat posting). Selain itu juga belajar bagaimana membuat artikel berdasarkan tema-tema tertentu sehingga bisa mengasah kreativitas menulis berdasarkan batasan tertentu.

Walaupun saya sebagai seorang lulusan sarjana sastra yang notabene pernah digembleng untuk terus mengarang bebas (semua tugasnya mengarang bebas, cuy.. ), ternyata menulis di blog yang sudah lama ditinggalkan rasanya kaku juga. 
Seringkali merasa tulisan-tulisan ini masih jauh dari kata menarik. Namun, seperti yang dituliskan dee lestari dalam bukunya Di Balik Tirai Aroma Karsa
"Menulis adalah keahlian yang memakan waktu seumur hidup untuk diasah. “ (Dee, 2019:7)

Dosen Sastra saya dulu juga mengatakan hal serupa, semakin sering menulis, kemampuan menulis tentunya akan meningkat seiring berjalannya waktu. Jadi, supaya menghasilkan tulisan yang baik salah satunya adalah dengan terus belajar menulis. Menulis apa saja. Selain itu juga bagi saya, menulis adalah terapi 

Bagaimana menulis yang baik dan benar?
"Mbak, ajari nulis yang baik dong" pertanyaan tersebut sering saya terima saat saya mulai share tulisan di medsos.
Nah, saya sendiri juga bingung bagaimana cara nulis yang baik dan benar. Apakah harus esuai EBI? Nggak juga, karena bahasa blog lebih pada bahasa sehari-hari sesuai kebutuhan dalam tulisan blog. Yang penting paham kaidah dasarnya saja sih (misalnya penulisan di- yang dipisah atau di yang digabung, sekedar atau sekadar)

Aku nggak bisa nulis kayak kamu
Kalimat tersebut sering juga diucap ketika ada seseorang yang ingin belajar menulis, tapi belum dicoba sudah pesimis dulu. Ayolah, setiap orang bisa nulis kok, entah itu nulis status, nulis daftar belanjaan, nulis resep. Menulis itu kemampuan yang bisa diasah, dengan sering menulis kualitas tulisan kita akan semakin terasah. Tulislah dari apa yang kamu suka dulu, kalau kamu suka bikin kata-kata galau, ya tulis aja dulu. Kalau suka masak, coba tulis-tulis resep masakan. Yang penting nulis. Heheh 
Sering banget, pengen belajar nulis tapi nggak mulai nulis.

One Day One Post 
Ingin belajar nulis rutin ? Ikut tantangan Blogger Perempuan ini juga salah satu jalannya. Belajar nulis, tema sudah ditentukan, tinggal bagaimana belajar mengembangkan kalimat untuk jadi satu artikel utuh. Nggak perlu panjang lebar, sih. Yang penting ada kemauan untuk nulis. Itu aja. 
Selain di tantangan ini, di luar sana banyak sekali komunitas menulis, kelas-kelas menulis dan gerakan-gerakan untuk menulis. Bisa cari-cari infonya yang banyak bertebaran di media sosial.

Terima kasih BPN sudah mengadakan tantangan 30 hari menulis ini. Akhirnya bisa selesai juga untuk tantangan di tahun 2020 ini. Selain melatih untuk One Day One Post, tantangan ini  juga membuat diri lebih produktif memanfaatkan waktu di bulan Ramadan. Semoga masih ada lagi untuk tahun-tahun berikutnya!

Selamat Idulfitri Mohon Maaf Lahir dan Batin. Selamat merayakan hari kemenangan meski di tengah suasana Pandemi,  tidak mudik, dan tetap jaga jarak sesuai protokol COVID-19 untuk memutus rantai persebaran virus.


You Might Also Like

2 Comments