Cerita Saat Menyelesaikan Skripsi Kurang dari 3 Bulan - rieagustina

Cerita Saat Menyelesaikan Skripsi Kurang dari 3 Bulan

by - 23.40



Meski sudah berlalu 6 tahun lalu, saya ingin berbagi cerita tentang menyelesaikan Skripsi dalam waktu kurang dari 3 bulan saja. Akhir Mei hingga Hingga Awal Bulan Agustus 2014. 

Menjadi mahasiswa tingkat akhir yang beban studinya tinggal skripsi saja merupakan hal paling berat bagi sebagian mahasiswa. Molor hingga beberapa semester, bahkan kadang malah memilih tak melanjutkan alias putus tengah jalan. Padahal tinggal skripsi saja. 

Jujur, kalau diingat masa mahasiswa, saya bukan mahasiswa rajin. Sering bolos kelas, pernah titip absen, pernah nggak ngerjain tugas, tapi kok ya untung lulus dengan cumlaude. wkwkw .. sungguh Allah Maha Baik.

Mei 2014 menjadi waktu yang nggak bakal terlupa dalam hidup, Sebuah SMS -yang saat itu saya anggap horor- datang dari dosen pembimbing.
"Dik, kapan bimbingan skripsi?"

Sebenarnya biasa saja, pendek, tak ada nada mengancam, tapi bikin mak Deg dan jantung jumpalitan. Waktu itu selama Februari (masuk semester 8) - Mei 2014  saya menghilang alias nggak pernah setor muka ke Dosen pembimbing. 

Eh tapi maksud horor di sini bukan karena dosennya. Kebetulan dosen pembimbing saya baik banget (kurang baik apa coba sampai nanya dan nyari dulu  mahasiswa bimbingannya). Mahasiswa bimbingan dosen saya waktu itu cuma 3, yang satu Ujian bareng saya yang satu agak mbeler, baru lulus tahun lalu (setelah 9 tahun) dan mahasiswa terakhir lulus dari  angkatan saya. 

Boro-boro saya bimbingan, wong file skripsi nggak pernah dibuka, nggak nyari referensi dan  Bab I aja masih ngglambyar nggak karuan. Objek penelitian pun saat itu saya masih ragu. 
Saya ke kampus itupun hanya untuk download drama Korea sama teman-teman di basecamp yang nggak ngelewati ruang dosen. Haha.. 

Tentang Skripsi 

Kuliah di jurusan yang lebih mengandalkan ilmu humaniora, jenis skripsi saya adalah analisis teks kualitatif metode deskriptif. Jadi ya mengarang bebas gitu. Di mana saat itu saya mengambil objek salah satu Novel Indonesia. 
Oiya, saya lupa jelaskan. Saya kuliah Jurusan Sastra Indonesia. Belajar apa saja? Sabar ya... Nanti saya jelaskan di postingan lain, kebetulan lagi berencana nyusun postingan kolaborasi tentang jurusan kuliah ini bareng temen. 

Lalu, Kok Bisa kurang dari 3 Bulan Kelar Skripsi?

Hasil skripsi dan Teks Novel yang saya gunakan

Dengan Kekuatan Bulan, aku akan membantumu....
eh bukan sih, bukan dibantu Sailormoon. Murni dari kerja keras sendiri dan Tangan Allah yang Maha Baik. wkwkwk
Akhirnya seminggu setelah SMS Horor dari Bu Dosen, saya baru berani muncul ke kampus dengan membawa oret-oretan Bab I. hasilnya? hancur total, dicoreti semua halaman. Apalagi ditambah banyak Typo dan EBI salah  -yang sungguh memalukan bagi anak sastra-. Sampai sekarang juga masih sering. 
Sejak dioret-oret itu saya cuma dikasih waktu dua hari untuk mengubah total mulai dari latar belakang, Tujuan, Sampai landasan teori. Mau ganti Objek? udah nggak sempat cuy.. 

Bengan sistem kebut, akhirnya saya berusaha mengerjakan dengan sungguh-sungguh. 2 minggu Bab I akhirnya disetujui (setelah revisi-bimbingan-revisi-yang tak kunjung kelar) untuk lanjut ke Bab 2 (bedah Naskah). 
Cukup lama menghabiskan waktu di bab II, kurang lebih 4 minggu sudah plus bolak-balik revisi. Karena namanya analisis Novel, sampai mabok bolak-balik halaman, nandai halaman ini halaman itu. Kutip bagian-bagian Novelnya.



Awal Agustus 2014
Saya baru saja menyerahkan BAB III pada dosen pembimbing, corat-coret bagian yang harus direvisi lalu sebelum pulang dosen dengan santainya bilang "setelah ini direvisi, minggu depan langsung sekalian BAB IV ya, supaya segera sidang, “ 

Itu saya asli bingung, bab III belum kelar revisi (yang lumayan banyak) , udah diburu bab IV yang mana adalah simpulan penelitian.
Minggu kedua Agustus 2014, akhirnya draft utuh skripsi saya serahkan ke Dosen Pembimbing. 2 hari beliau cek sementara saya mengurus Form pengajuan Sidang ke Akademik dan minta jadwal sidang ke ketua Komite peminatan Sastra (Prof. Putera) 

Saya merasa saat itu Tuhan Maha Baik kepada saya, dilancarkan dalam segala urusan tetek bengeknya. Bahkan karena Prof. Putera lumayan kenal dengan saya (yaaa.. Gimana nggak kenal, mahasiswa Minat sastra angkatan saya cuma dua puluh biji, yang 50 biji ambil minat Linguistik dan Filologi), dosen pengujinya disuruh milih sendiri. Dan ya tentu saya memilih dosen yang saya favoritkan. Yang nggak killer-killer amat kalau ngasih pertanyaan. Wkwkkw 
Form pengajuan tanggal 20 Agustus dan jadwal sidang satu minggu kemudian. 
Lagi-lagi Allah Maha Baik, entah ini kemujuran saya atau bagaimana. Jadi, waktu sidang saat itu 26 Agustus 2014. Entah kenapa, proyektor di ruangan yang saya gunakan untuk ujian Skripsi tak mau menyala. Wkwkw 
Jadilah saya presentasi tanpa menggunakan Slide Power Point. Setelah 45 menit keringat bercucuran karena ndredeg akhirnya saya dinyatakan lulus. 

TIPS Menyelesaikan Skripsi Tepat Waktu 

Niat dan Tekad yang kuat 

Harus niat, bulatin tekad dan perbesar keyakinan kalau bisa mengerjakan tepat waktu. Percuma juga ingin lulus kalau niatnya mengerjakan setengah-setengah. 
Satu hal yang ada dalam pikiran kala itu adalah saya harus lulus tepat waktu. Sebagai mahasiswa yang mendapat beasiswa penuh selama 4 tahun, jika menambah semester harus membayar uang kuliah secara mandiri. Dalam pikiran saya, saya nggak mau lagi mengeluarkan uang untuk menambah semester yang hanya tinggal 1 mata kuliah. 

Piye carane pokok kudu lulus tepat waktu  (bagaimana caranya yang penting harus lulus tepat waktu) 

Buat Timeline target 

Kala itu saya membuat target timeline (Setelah dapat SMS Horor) pengerjaan. Berapa jam mengerjakan dalam sehari, berapa jam istirahat saat itu semua saya catat. Target minggu pertama, target minggu kedua, dst. harus ada. Supaya proses pengerjaan nggak molor. 
(waktu nulis ini udah nyoba cari itu tulisan timeline tapi kok nggak ketemu) 

Jangan diforsir begadang 

Kalau target dan perencanaan jelas, semua berjalan lancar. Minggu satu saya harus mengerjakan apa, minggu kedua apa, dan seterusnya.intensitas begadang jangan terlalu banyak, kasihan tubuh kalau banyak diajak begadang. 

cari referensi sebanyak-banyaknya sesuai kebutuhan 

Namanya juga penelitian, ya butuh referensi dari penelitian-penelitian sebelumnya. Semakin banyak referensi yang berkaitan dengan analisis yang sedang dikerjakan, semakin mempermudah penelitian kamu. Sayangnya saat itu saya kesulitan mencari referensi terkait teks karena belum banyak yang membahas atau mengulas teks/objek yang saya gunakan.

Nah itu tadi cerita saya mengerjakan skripsi dalam 3 bulan. Yang paling penting niat sih. Kalau nggak niat yang beneran mungkin saya bakal molor lulusnya. Apapun yang kamu niatkan, lakukan dengan sungguh-sungguh pasti berhasil. Hehe.. 



You May Also Like

4 komentar

  1. Kereeennnn!
    mengingatkan saya dulu saat skripsi (padahal udah hampir lupa saking lamanya :D)

    Tapi kadang saya iri sama anak-anak zaman now, datanya lebih banyak.
    Bisa cari via online pula.

    Saya dulu, kudu tiap hari main ke perpus ITS demi cari data pendukung :D
    tapi seingat saya juga lumayan cepet jadinya, karena saya kejar wisudanya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah iya, Mbak Rey. Dulu saya juga banyak main ke perpus. Data online belum sebanyak dan semudah sekarang ya.
      Yang bikin lama sebenarnya cuma malasnya. Hihi

      Hapus
  2. "bareng temen" sepertinya aku disentil wkwkwkw. Aku nggak jago review novel smpek dijadikan penelitian. Tapi, emang kual kudu pinter mleber2ne kalimat cek akeh wkwkwk. Cek ngena , uhuii.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkkwkwkw...
      Lek review biasa gampang lah,, lek jadi penelitian sudah cukup pas Skripsi saja.
      Sudah ku bilang, Penelitian Kuali ki mengarang bebas. Wkwkwkkw..

      Hapus