Tidak Mudik Untuk Kebaikan Bersama - rieagustina

Tidak Mudik Untuk Kebaikan Bersama

Mudik sudah menjadi rutinitas tahunan bagi keluarga saya sejak Kecil. Mempunyai orang tua yang sama-sama perantau dari dua kabupaten  yang b...


Mudik sudah menjadi rutinitas tahunan bagi keluarga saya sejak Kecil. Mempunyai orang tua yang sama-sama perantau dari dua kabupaten  yang berbeda membuat kami terbiasa mudik setiap menjelang lebaran.
Kediri dan Madiun adalah dua Kabupaten yang sudah saya akrabi sedari kecil. Kenangan akan hari raya idulfitri di masa kecil masih membekas dalam ingatan. Jika dulu semasa nenek yang di Madiun masih hidup, di malam takbiran akan ikut keliling kampung dengan bocah-bocah setempat. Setelah hari raya kedua akan ke Kediri.
Semenjak nenek di Madiun meninggal pada tahun 201.hari Raya idulfitri kami akan ke Kediri dahulu untuk sowan ke Nenek (dari Ibu).

2020.Tidak Mudik Untuk Pertama Kalinya 


2020, tahun kembar dalam sejarah hidup saya  untuk pertama kalinya memilih tidak mudik saat idulfitri. Sebab seperti yang kita ketahui bahwa saat ini di dunia, khususnya Indonesia tengah menghadapi Pandemi Covid-19 yang telah menginfeksi banyak orang. Bahkan jumlahnya sudah lebih dari 10.000 orang. 
Sejak tiga bulan lalu, pemerintah telah mengimbau untuk melakukan pembatasan sosial, bahkan kini beberapa kota sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar karena banyaknya pasien konfirmasi positif dan menjadikan kita tersebut sebagai zona merah. 
Selain karena imbauan pemerintah  untuk tidak mudik, saya dan keluarga sadar bahwa tidak mudik adalah pilihan yang terbaik untuk menjaga keselamatan diri masing-masing dan keluarga besar di kampung halaman.

Tidak Mudik Untuk Kebaikan Bersama 

Dengan tidak mudik, kita telah meminimalisir resiko tertular/menularkan virus. Kita tak pernah tahu virus tersebut berasal dari mana dan sedang di bawa oleh siapa karena semakin banyak pula pasien konfirmasi positif COVID-19  yang berasal dari orang tanpa gejala (OTG) 
Selain itu, di kampung halaman ada orang dengan usia lanjut yang memang rawan terpapar virus dengan lebih cepat
Apalagi jika orang usia lanjut tersebut memiliki riwayat kesehatan yang beresiko tinggi tertlar.

Maka dari itu, lebih baik jangan mudik dahulu yaa.. Tunggu semuanya membaik. Tunggu sampai keadaan kembali seperti semula. Meski tak bisa berjumpa secara langsung, kita masih bisa menggantinya dengan jumpa virtual alias melalui video call.

Nah, ini ada pesan juga yang disampaikan adik-adik imut dari Putra-putri Ning Blogger Surabaya untuk tidak mudik. Hehe



You Might Also Like

0 Comments