Penulisan Di- Sebagai Awalan dan Di Sebagai Kata Depan




Penulisan di- sebagai awalan dan di sebagai kata depan ini merupakan hal yang cukup banyak dipermasalahkan. Bagaimana tidak, sampai saat ini masih banyak sekali menjumpai orang-orang yang keliru dalam penulisannya. 
Cukup gemas sebenarnya kalau melihat kesalahan satu ini, tapi ya gimana lagi, tidak semua orang paham akan penggunaan kaidah bahasa Indonesia. 

Pernah ngerasa kebalik-balik memahami dan menuliskan di- sebagai awalan dan di sebagai kata depan? SAMA. Haha

Hayo kalian kalau menulis di antara atau diantara? Dibalik atau di balik

Kebetulan saya sedang ingin belajar lagi tentang kebahasaan yang benar. Sekaligus sebagai catatan saya yang kadang juga masih lupa penggunaan di- dan di. 
Nantinya akan ada konten khusus tentang bahasa dan sastra yang akan saya tulis setiap minggunya. Semoga konsisten biar ilmu-ilmu jaman kuliah nggak menguap begitu saja. Hahaha.. 

1. Di- sebagai awalan (imbuhan) 
  • ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya (digabung) 
  • di- merujuk pada verba pasif dari kata kerja yang mengikutinya. 
  • cara mudah mengenali di- sebagai awalan adalah kata tersebut bisa dirubah menjadi verba aktif
          Contoh: - dimakan menjadi memakan
                         - dibaca. menjadi membaca 

2. Di sebagai kata depan (preposisi) 
  • ditulis secara terpisah dengan kaya yang mengikuti di belakangnya. 
  • digunakan untuk menerangkan / menunjukkan sesuatu 
        Contoh: di sana, di situ, di depan, di belakang, di antara 
*penulisan di antara yang tepat adalah ditulis secara terpisah. Seringkali melihat banyak kesalahan penulisan di antara. 
  •  biasanya diikuti oleh kata tempat 
      Contoh: di pasar, di minimarket, di sungai, di hatimu 😁

3. Di bisa ditulis serangkai atau dipisah 
Pada beberapa kasus kalimat, di bisa digunakan untuk keduanya 
- Aku ingin berada di pelukannya. (di menunjukkan tempat) 
- Dipeluk olehnya aku merasa tenang. (verba pasif) 

- Ada udang di balik batu. (di menunjukkan letak) 
- cukup dibalik saja bagian yang kotor itu. (di- menunjukkan arah yang berubah) 

- Salat tidak boleh dilanggar. 
- Lebih baik salat di langgar. 

4. Di sebagai imbuhan kata asing 
penggunaan di sebagai imbuhan kata asing diikuti dengan tanda hubung (-) dan kata asing ditulis dengan cetak miring. 
Contoh: di-review 
Kedai itu sudah di-review banyak orang. 

5. Penggunaan Di mana 
penggunaan kata "di mana" atau "yang mana" di tengah kalimat lebih baik tidak digunakan.
- Rumah di mana aku dilahirkan kini sudah hancur. Seharusnya Rumah tempat aku dilahirkan kini sudah hancur. 

Nah itu tadi kaidah penulisan di- sebagai awalan dan di sebagai preposisi. Jadi, cara membedakannya sebenarnya cukup mudah, di-sebagai awalan diikuti kata kerja pasif dapat diubah menjadi kata kerja aktif yaitu me-. Sedangkan di sebagai preposisisi tidak bisa diubah menjadi me. 

Semoga kita semua termasuk dalam generasi yang bisa membedakan di- (dirangkai) dan di (dipisah). Kalau ada yang ingin ditanyakan bisa kalian tulis di kolom komentar. 

Sumber Rujukan: 
PUEBI 2016 

Rie agustina
Selain Suka Pantai, aku juga suka kamu :) Kunjungi Tulisan saya lainnya di Jurnalrieagustina.com

Related Posts

4 comments

  1. Sama haha. aku juga sudah muak eh sering gemzsshh wkwk

    ReplyDelete
  2. Nah, ini nih aku juga suka bingung, apalagi dulu, clueless banget, semua disambung-sambung 🀣
    Tapi setelah kuliah, dosen aku pernah info soal hal ini jadi hingga sekarang aku selalu ingat kata-kata dosenku yang sama dengan point nomor 1 yang kakak sebutin hahaha.
    Jadi, kadang kalau masih bingung, aku coba ganti kata tersebut dengan awalan "me", kalau nggak cocok berarti menulis "di"-nya dipisah 🀣
    Kadang masih suka salah juga sih jadi harap maklum wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwk iya kak, paling gampang cara membedakannya emang diganti jadi awalan me-

      Mungkin bagi orang sepele, tapi sebagai orang yang sering menulis alangkah baiknya bisa memahami ini. Hehehe

      Delete

Post a Comment