3 Resep Favorit Keluarga: Menu Ndeso Tapi Tetap disukai - rieagustina

3 Resep Favorit Keluarga: Menu Ndeso Tapi Tetap disukai

Setelah sekian minggu nggak nulis di blog ini, dateng-dateng nulis tentang resep-resepan lagi.  Setiap keluarga pasti punya makanan atau mas...




Setelah sekian minggu nggak nulis di blog ini, dateng-dateng nulis tentang resep-resepan lagi. 


Setiap keluarga pasti punya makanan atau masakan favorit, tapi berhubung saya belum punya keluarga sendiri, nunut makanan yang biasa saya masak dan saya makan bersama ibuk bapak..
Secara sederhana, sebenarnya nggak ada makanan yang spesial dalam keluarga kami,nggak ada yang diistimewakan apalagi dianaktirikan.  Yang penting makanannya bisa masuk perut dan punya rasa. 
Sejak setahun lalu, memasak adalah kebiasaan baru yang harus saya lakukan setiap hari, menggantikan ibu yang habis sakit dan harus mengurangi aktivitas yang melelahkan. Kalau ditanya resep atau makanan favorit pasti ya selalu bingung, wong ngotak-atik menu supaya nggak bosan dalam seminggu aja udah bikin pusing.
Dari dulu selalu berdoa, semoga  kelak dapat suami selalu menerima dan makan apa yang saya masak. Pokok nggak neko-neko laah. Oke stop ngayal babunya.. 

Tapi, Ada beberapa makanan kesukaan bapak dan ibu yang biasa saya masak. Yang selalu mengingatkan  masa kecil beliau ketika hidup di kampung. Dari sekian banyak menu ndeso, yang paling sering muncul dalam menu harian kami adalah sayur Tempe Lombok Ijo, Sambel Tumpang dan Ikan Klothok Lombok Ijo 

Menu Favorit Keluarga

1. Sayur Tempe Lombok Ijo alias Sayur Ndeso

Kenapa disebut sayur ndeso? Karena biasanya banyak dimasak oleh masyarakat yang hidup di desa. Karena sederhana, cukup mudah di dapat dan tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal. 
Entah kenapa sayur sederhana ini enak banget, kalau di desa biasa disebutnya Jangan Lombok Ijo karena cabai hijaunya banyak. 

Bahan: 
1 papan Tempe (potong tipis) 
15 buah cabe hijau/sesuka selera (potong serong) 
Ale secukupnya 
30 ml santan (setengah bungkus santan instan) 
Lengkuas 
Daun salam 

Bumbu: 
Bawang merah 
Bawang putih 
Kemiri 
Garam 

Cara memasak: 
1. Tumis bumbu yang telah dihaluskan, masukkan salam dan Lengkuas 
2. Setelah harum, masukkan Lombok hijau, dan tempe 
3. Tambahkan air, rebus sampai mendidih kemudian tambahkan santan 
4. Koreksi rasa, tambahkan garam dan penyedap 
5. Setelah tempe benar-benar empuk, matikan kompor

2. Sambal Tumpang

Sambal Tumpang merupakan makanan khas dari Kediri yang cukup disukai bapak. Dengan bahan utamanya tempe dan tempe semangit (tempe setengah busuk). Sebagai warga Surabaya impor dari Kediri, menu Sambal Tumpang menjadi makanan yang tak ketinggalan untuk menjadi menu dalam keluarga kami. Awalnya mikir, susah nggak ya masak sambal Tumpang. Tapi setelah diajari ibuk, saya bisa memasak ya sendiri. Walaupun rasanya nggak semantap kalau beli di Kediri, tapi cukup untuk obat rindu kampung halaman. 

3. Klothok Lombok Ijo


Siapa suka Klothok? Waah ini bapak suka banget. Seminggu mau 2 atau 3 kali masak pun tetap habis dan tentunya lebih hemat uang belanja. 
Bahan: 
Ikan Klothok 
Cabai hijau 
Cabai merah
Tomat 
Ale 
Bawang putih
Bawang merah 

Cara memasak: 
1. bersihkan kemudian goreng ikan klothok. Potong-potong atau suwir sesuai selera. 
2. Tumis bawang merah, bawang putih 
3. Masukkan tomat kemudian cabai hijau dan ale 
4. Tunggu sampai cabai layu, terakhir masukkan. Klothok 
5. Biasanya saya nggak pakai garam atau penyesdap karena rasa asin dari ikan klothok sudah cukup


Itu tadi menu yang biasa saya masak untuk orang di rumah selain sayur default sejuta umat (baca: sop dan sayur bening). 
Teman-teman punya resep atau menu favorit di rumah? share di kolom komentar, dong...

Source Banner Vector: freepik edit by rieagustina

Artikel ini disertakan dalam Challenge 'Nulis Blog Bareng Ning Blogger Surabaya' 
Edisi Juli Minggu 1 


You Might Also Like

3 Comments

  1. klotok lombok ijooo duuuuh itu ngabisin nasi bangeeeet... apalagi dibikin pedesnya level 10 hahahaha macem ayam geprek ada levelnya.

    ReplyDelete
  2. loh kok menunya iki enak-enak kabeh. ngentekno sego jarene uwong

    ReplyDelete