Nasi Sudah Jadi Bubur, Tapi tetap bisa dimakan

Post a Comment

 Dalam hidup penyesalan selalu terjadi di akhir Kalau di awal namanya kan pasti pendaftaran.

saya dibesarkan dalam lingkungan yang masih kental dengan pemikiran primitif atau pemikiran zaman dulu di mana dalam keluarga besar saya jarang ada yang memiliki pendidikan tinggi.

dulu ketika kakak dan saya memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi ada selentingan selentingan yang mengatakan

Ngapain sih sekolah tinggi-tinggi wong yo akhire di dapur

Ngapain sekolah tinggi-tinggi nanti juga dibiayain suami


sungguh saat itu sayang rasanya sakit hati saya berpikir waktu itu prestasi saya lumayan dengan nilai yang bagi saya cukuplah dan otak saya nggak bodo bodo amat untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi belum lagi selentingan


Nggak usah sekolah tinggi-tinggi nanti siapa yang mau biayain kuliah kan mahal namun Bapak menyerahkan semua keputusan pada saya hingga pada akhirnya saya bisa melanjutkan ke perguruan tinggi


mungkin beberapa orang terdekat saya yang sekolahnya ya hanya sampai setingkat SMP atau bahkan sd pun nggak mau melanjutkan kini sedikit menyesal bahwa betapa pentingnya pendidikan itu terutama ketika dia harus mengajari anak anaknya sekolah online ya bagaimana tidak ibunya nggak bisa ngajarin ayahnya juga sibuk kerja jadilah ia menyerahkan semua tanggung jawab pada guru dan bingung mencari guru les tambahan untuk sekolah anak-anaknya. 


"iya.. ya..  Mbak aku bien lapo gak mau lanjut sekolah saiki aku kroso Lek pendidikan itu penting. Gak iso ngono ngajari anakku sekolah. Golek kerjo nang ndi yo butuh ijazah sing dukur minimal SMA"


Mangkanya saya suka emosi ketika ada orang yang masih berpikiran bahwa ngapain perempuan nggak perlu sekolah tinggi justru bagi saya seorang perempuan harus memiliki ilmu yang lebih tinggi kalau bisa lebih tinggi dari suami karena kelak pasti ya dibutuhkan untuk mengajari anak anaknya mengatur keuangan keluarga menjaga kesehatan keluarga otomatis harus banyak ilmu yang diserap.


saya cukup sedih ketika ada orang-orang yang terdekat saya menyesal karena tidak melanjutkan pendidikan lebih tinggi Padahal kalau bisa dibilang keluarganya lebih baik dari keluarga saya dalam segi ekonomi. Karena ilmu adalah harta yang paling berharga.


Ibarat nasi sudah jadi bubur walaupun telanjur masih bisa di makan kan. begitu juga dalam hidup walaupun sudah jadi sudah terlanjur ada hal-hal yang Setidaknya masih bisa diperbaiki seperti ketika tidak memiliki pendidikan tinggi pada beberapa hal yang bisa dilakukan seperti: 


Terus belajar meski tidak memiliki pendidikan tinggi

Belajar zaman zaman sekarang sudah berbeda dengan zaman dulu. Belajar cukup mudah bisa didapat di mana saja. banyak platform maupun web yang bagus yang menyediakan ilmu ilmu bermanfaat. yang paling penting adalah kita masih memiliki semangat untuk belajar. 

Memiliki sikap terbuka dalam hal apapun

 selain menjadi orang yang terus mau belajar, memiliki sikap terbuka dalam hal apapun dan tidak kolot pada perkembangan zaman mampu membuat kita tidak tertinggal. Selain itu ilmu akan terus berkembang seiring dengan perubahan zaman. 

Berpikir kreatif untuk mencari peluang 

Sudah terlanjur tidak memiliki memilih pendidikan tinggi, masih tetap bisa menghasilkan. Caranya menjadi orang yang lebih kreatif. menjadi orang yang kreatif itu bisa membuat apapun menjadi nilai yang lebih berpeluang ekonomis 


Nah itu tadi cara agar tetap bisa mengikuti perkembangan zaman meski tidak memiliki pendidikan tinggi.



Rie agustina
Selain Suka Pantai, aku juga suka kamu :) Kunjungi Tulisan saya lainnya di Jurnalrieagustina.com

Related Posts

Post a Comment