Memaknai Buka Bersama meski Rencana kadang hanya Sebatas Wacana

by - 06.33



Alhamdulillah sudah masuk bulan Ramadhan lagi. Bulan istimewa yang dinanti-nanti, bulan di mana segala pahala dilipat gandakan. Tapi memasuki bulan ramadhan, tentunya banyak sekali hal menarik yang bisa dibicarakan. Mulai buka puasa sendiri, ngabuburit, dan rencana  untuk buka bersama dengan teman maupun keluarga. (

Ngabuburit

Ngabuburit bagi saya tidak harus pergi keluar rumah tatkala menunggu adzan maghrib. Saat ngabuburit saya lebih suka berdiam diri di rumah, sambil melakukan hal-hal yang biasa dilakukan, seperti menyiapkan takjilan berbuka, menyelesaikan pekerjaan, ataupun membaca buku (kalau mood lagi bagus).
Pernah juga sih, ngabuburit dengan keliling daerah dekat rumah. Biasanya banyak penjaja takjilan di sepanjang jalan besar. Biasanya buka mulai jam 3 sampai menjelang maghrib. Mulai penjual es, gorengan, hingga lauk-pauk.

Memaknai buka bersama sebagai ajang silaturahmi

Beberapa tahun lalu saat masih kuliah ajakan dan acara  untuk berbuka bersama masih banyak berdatangan, mulai temen SD, SMP, SMA, himpunan mahasiswa, temen seangkatan kuliah, temen deket kuliah,  temen KKN, temen rumah, temen komunitas, temen naik bemo, dan masih banyak lagi. Kalau dihitung – hitung hamper tiap hari bisa buka bersama di luar. Sampai-sampai jarang sekali buka puasa di rumah. Selain itu juga sangat menguras kantong. Heheheu…
Tapi dibalik itu, saya memaknai buka bersama sebagai ajang silaturahmi. Kalau ada ajakan buber dan kebetulan saya bisa, pasti datang. Karena memang momen langka berkumpul teman-teman yang sudah jarang ditemui.
Bertemu teman lama, ketawa-ketiwi menceritakan momen-momen masa lalu yang memalukan adalah hal yang biasa dilakukan. Hubungan yang sudah lama renggang bisa terjalin kembali, termasuk hubungan dengan mantan , eh.. pada saat acara buka puasa.

Buka bersama hanya Sebatas Wacana 

bersama teman-teman kuliah 


Semenjak lulus kuliah, ajakan untuk buka puasa bersama mulai berkurang. Karena kesibukan masing-masing dan teman-teman yang mulai sibuk dengan kehidupan di tempat baru, mengurus keluarga karena banyak yang sudah menikah. Bahkan di WA Group ada yang berkoar-koar. “nggak ada buber ta rek?” “ayo buber” banyak sekali sahutan mengiyakan, namun seperti tahun lalu, rencana buber tersebut hanya sekadar wacana sajasampai puasa berakhir, menentukan tanggal tak kunjung bertemu
Saya sih orangnya manut mawon, kalau jadi bumi jhbber ya monggo, kalau nggak jadi ya alhamdulilaah (tidak menguras kantong) wkwkw.. maaf bukannya pelit, tapi hemat demi tabungan nikah. Tapi kalau kalian memang terbatas masalah dana, jangan dipaksakan ya,,
 Momen buka puasa bersama kadang menjadi momen yang paling dirindukan, namun jangan lupa dengan tujuan adanya bulan ramadhan itu sendiri. Yang terpenting adalah focus ibadahnya. Bagaimana dengan momen buka puasa bersama teman-teman?

You May Also Like

2 komentar

  1. Sudah ada wacana bukber, tapi semoga aja gak banyak yang ngajak. Dompet bengkak sih... wkwkwk

    mampir balik ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi iya sih mbaa.. .Enak buka di rumah, tapi kadang gak enakan kalau ada yang ngajak. Terimakasih sudah mampir :)

      Hapus