Jajanan Tradisional Khas Daerah saat Lebaran di Madiun

16.02





Momen hari Raya Idul Fitri masa kecil hinga remaja banyak saya habiskan  di Madiun, kampung halaman ibu dan menyisakan banyak kenangan. Mendekati hari lebaran seperti ini, dulu almarhumah mbah putri akan sangat sibuk menyiapkan banyak jajanan tradisional dan kesemuanya buatan sendiri. Kini, hanya kerinduan akan masa-masa tersebut datang setiap kali lebaran tiba.

Beliau selalu berkata, meski banyak jajan modern tapi beliau akan membuat makanan yang mulai banyak ditinggalkan orang. Supaya ketika anak cucu dan saudara lainnya datang, masih merasakan nikmatnya momen hari raya idul fitri di desa dengan makanan “ndesonya”. Dan beliau penuhi itu sampai akhir hidupnya.

Semenjak mbah putri meningal, memang ada Bupuh yang suka membuat jajanan seperti ini. tapi, rasanya beda. Sedangkan ketika mudik di Kediri, mbah dari bapak tidak lagi membuat makanan-makanan ini karena faktor usia. 

Berikut jajanan dan makanan lebaran yang dulu selalu dibuat almarhumah mbah:

1.       Jenang Gula

Jenang gula ini terbuat dari tepung ketan dan gula merah. Sebagian besar daerah di Jawa Timur mengenal jenang ini. Sedangkan di daerah lain ada yang menyebutnya jenang dodol.

2.       Jadah / tetel

Jadah/tetel terbuat dari beras ketan putih yang dicampur dengan parutan kelapa. Proses pemasakannya cukup lama. Kemudian setelah dikukus tetel ini harus ditumbuk dengan alu (seingat saya dulu proses pemasakannya begitu) sampai benar-benar lumer.
Jadah enak disajikan langsung, maupun dimakan setelag digoreng (jadah goreng)

3.       Wajik

image : google
Wajik juga terbuat dari beras ketan, dengan campuran gula merah. Selain dibuat di Hari Raya, ketiga makanan ini biasanya ada saat seseorang melakukan lamaran atau pernikahan di Adat jawa.



4.       Tape Ketan

image by google
Tape Ketan merupakan makanan yang terbuat dari beras ketan yang difermentasi menggunakan ragi. Biasanya beras ketan yang digunakan adalah beras ketan putih dan beras ketan hitam. Setelah didiamkan beberapa hari dan tape dirasa matang menjelang lebaran akan dibungkus kecil-kecil menggunakan daun pisang. Kalau sekarang lebih praktis menggunakan cup plastik.


5.       Madu Mongso

Madu mongso  Khas Madiun
Madu mongso merupakan makanan yang terbuat dari beras ketan hitam. Namun uniknya, makanan ini terbuat dari beras ketan yang sudah menjadi tape. Untuk menjadi Madu mongso, Tape ketan hitam diolah lagi dengan menambahkan gula dan santan. Dimasak lagi hingga tekstur lengket menyerupai jenang. Kemudian setelah matang biasanya madu mongso akan dibungkus dengan kertas minyak warna-warni atau plastic hias kecil-kecil.

6.       Kripik Gadung

image: google 
Kripik Gadung tentu pernah dengar kan? Kripik satu ini terbuat dari umbi Gadung yang sekarang sudah jarang dijumpai. Meski dikenal beracun dan bisa bikin mabuk, tapi mbah dengan piawainya dapat mengolah umbi tersebut. Tentu umbinya menanam sendiri di pekarangan.

7.       Kerupuk Puli

Kerupuk puli merupakan kerupuk yang terbuat dari nasi (basanya nasi sisa yang belum basi). Dikukus kembali dengan obat yang disebut obat puli biasanya berwarna kuning. Diberi bumbu garam dan bawang. Mbah dulu selalu membuat sendiri dan rasanya lebih enak daripada yang beli di pasar.

8.       Pecel

Yang satu ini bukan jajan sih, tapi makanan berat. hihi... Siapa yang tak kenal pecel? Makanan khas Madiun satu ini tentu menjadi primadona untuk rumah-rumah di Madiun saat lebaran. Mbah selalu menyiapkan pecel (ya karena dulu mbah juga penjual pecel sih) dengan alas an supaya keponakan-keponakan serta cucu-cucu keponakan beliau yang datang dari luar kota bisa mencicipi pecel buatannya.

Nah itu tadi jajanan tradisional yang dulu selalu disiapkan oleh almarhumah Mbah di Madiun. Namun, selain itu biasanya masih ada jajanan-jajanan lain yang umum seperti roti kaleng, permen dan kerupuk-kerupuk yang umum dijual lainnya. Kalau di daerah kalian bagaiamana? Cerita dong di kolom komentar.hihihi..


You Might Also Like

0 komentar