Museum Pendidikan Surabaya, Menengok Sejarah Pendidikan di Bekas Sekolah Taman Siswa

by - 7:02 AM



Museum Pendidikan Surabaya - Beberapa kali lewat jalan Genteng Kali ketika berbelanja kebutuhan jualan, mata saya tertuju pada gedung dengan cat berwarna putih yang masih kinclong di sudut utara Taman Ekspresi. Setalah diperhatikan, di bagian luar nampak bertuliskan Museum Pendidikan Surabaya.
Sebelumnya, beberapa kali melewati bangunan tersebut saya hanya bisa mbatin “iki bangunan opo seh”. Mangkrak, kusam, terlihat seperti rumah hantu, berpagar seng yang penuh dengan coretan. Kini bangunan tersebut  berubah menjadi bangunan cantik yang cukup menarik diketahui nilai sejarahnya.
Karena penasaran, saya mengajak Ajeng untuk ke tempat tersebut. Berhubung doi sibuk, akhirnya awal bulan  baru keturutan ke museum ini. Kebetulan juga searah ketika ada janji temu kawan di kampus hari itu.

Sekilas tentang Museum Pendidikan Surabaya

Perhatian Walikota Surabaya terhadap Pembangunan Kota Surabaya sudah tak perlu diragukan lagi. Dalam dua periode kepemimpinannya, kota Surabaya semakin cantik. Pembangunan dan perbaikan di berbagai sektor mengalaim peningkatan. Tak luput  juga terkait dengan berbagai peninggalan sejarah di kota Surabaya.
Beberapa bangunan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah dijadikan sebagai museum dan dibuka untuk masyarakat umum dengan tujuan mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk semakin mengenal beragam sejarah yang ada di kota Surabaya.




Museum Pendidikan Surabaya diresmikan sejak 25 November 2019 bertepatan dengan hari Guru Nasional. Menurut informasi, bangunan yang sekarang didominasi nuansa putih ini merupakan bekas Sekolah Taman Siswa. Tahu kan, kalau Taman Siswa merupakan sekolah pribumi pertama pada jaman sebelum kemerdekaan dulu?
Yaps, Taman Siswa yang berada di Surabaya ini merupakan Cabang dari Taman Siswa Yogyakarta yang didirikan oleh Ki Hadjar dewantara. Kita juga memperingati jasa beliau  terhadap pendidikan di bulan Mei.  
Sebelum mengunjungi tempat ini saya tahunya kalau sekolah Taman Siswa di Surabaya itu ada di dekat rumah, daerah Surabaya Barat yang lokasinya masuk gang. Eh, ternyata setelah ke museum ini jadi tahu ternyata yang dekat rumah itu bangunan pindahan dari Sekolah Taman Siswa Genteng Kali.

Koleksi Di Museum Pendidikan Surabaya
koleksi buku-buku lama di salah satu ruangan museum


Memasuki museum Pendidikan Surabaya saya langsung suka. Bangunan dengan nuansa baru, namun tidak meninggalkan kesan sejarahnya. Terlihat sekali pemugaran tempat ini sangat berhati-hati agar tidak merubah bentuk aslinya.
Dilihat dari model bangunannya pasti kita langsung tahu kalau bangunan ini bekas bangunan peninggalan belanda. Bentuk Jendela dan Pintu yang lebar, jendela berteralis dan bangunan yang tinggi merupakan ciri bangunan khas Eropa.

Bangunan ini terdiri dari dua bagian, bagian utama (sebelah utara) dan bangunan bekas kelas di sebelah selatan yang dipisahkan oleh halaman luas.  Memasuki pintu masuk Museum, pengunjung akan diminta mengisi buku tamu dan bisa langsung memasuki area museum.

Sepi dan lengang pagi itu saat kami memasuki museum. Meski ada beberapa pengunjung lain dan juga ada pengunjung yang tengah melakukan foto sesi prewedding.


manuskrip kisah nabi-nabi. Jadi inget mata kuliah Filologi , menerjemahkan teks begini.

di setiap bagian lokasi ini disertakan informasi berkaitan dengan pendidikan yang ada di Indonesia dan sejarah pendidikan yang ada di Surabaya. penjelasan yang sangat informatif tentang sulitnya pendidikan di masa dulu, disertai beberapa foto penunjang yang tersedia dalam bentuk slide di  layar LED.  

Selain dilengkapi dengan koleksi berupa teks, di museum ini juga terdapat koleksi yang disajikan dalam layar digital berupa slide berbagai macam foto sistem dan sejarah pendidikan. Ada juga koleksi berupa benda-benda penunjang pendidikan di masa dahulu. 


bangku sekolah jaman dahulu 

Yang paling berkesan adalah ruang kelas dengan bangku kayu yang tinggi-tinggi dan gandeng menjadi satu dilengkapi dengan papan kapur. Ah, jadi ingat  masa SMP  yang kala itu kelasnya masih menggunakan bangku seperti ini  -kalau muridnya rame, guru tinggal menimpuk pakai kapur tulis :’( -


Harga Tiket Masuk (HTM) dan Jam Buka Museum Pendidikan Surabaya


Jangan khawatir, masuk ke museum pendididikan Surabaya tidak ditarik harga tiket masuk (HTM) alias gratis. Museum Pendidikan Surabaya buka setiap hari Selasa sampai Minggu dan tutup pada hari Senin. Buka mulai pukul 08.00 dan tutup pada pukul 16.00. Nah, bisa untuk mengisi weekend, kan? Daripada gegoleran bergulung selimut mending main-main menambah wawasan –menambah stok foto instagram feed juga bisa,kok -   
Selain dindingnya yang berisi informasi, juga menarik sebagai latar berfoto 

Saat berkunjung di Museum Pendidikan ini, petugas museum beberapa kali mengingatkan setiap pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan, tidak menyentuh dan merusak barang koleksi, dan saat berfoto jangan menempelkan alas kaki pada tembok yang bercat putih tersebut.  

Lokasi Museum Pendidikan Surabaya


Sisi Utara Taman Ekspresi yang langsung terhubung dengan Museum 

Museum Pendidikan Terletak di Jalan Genteng Kali.  Untuk menuju ke lokasi ini teman-teman bisa langsung ambil jalur sebelah kanan di  Jalan Genteng kali (Arah Cakdurasim/Siola) lalu memarkirkan kendaraan  di lokasi parkir taman Ekspresi. Karena belum tahu, saya  kira parkirnya di tempat berbeda, kemarin jadi towaf dua kali deh muteri jalan genteng. 

Lokasinya strategis karena langsung terhubung dengan Taman Ekspresi, Ruang Terbuka Hijau yang sangat sejuk karena dikelilingi oleh pohon-pohon yang cukup rindang. Lebih rindang dari Hutan Kota Pakal yang saya kunjungi beberapa waktu lalu.
Selain itu sangat dekat dengan Gedung Kesenian Cakdurasim, Mall Pelayanan Publik Siola, jadi bisa sekalian wisata heritage di dua   lokasi tersebut.

Kalau kalian bingung  akses lokasinya, bisa cek maps di bawah ini.




Kalian sudah pernah berkunjung ke Museum Pendidikan Surabaya? Kalau belum, coba deh main ke tempat ini. Bisa sambil belajar sekaligus menikmati rindangnya pepohonan di Taman Ekspresi

You May Also Like

0 komentar