Pujasera FIB UNAIR dan Mie Yamin yang Bikin Kangen Kampus

by - 22.15


Siang itu, selepas undangan acara di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro yang sekarang pindah di Siola, saya langsung menuju  kampus tempat kuliah dulu, Fakultas Ilmu Budaya Unair. Sebelumnya memang sudah janjian sama Adel, teman seangkatan saya dulu.  Gegara  minggu sebelumnya Adel posting di WA story lagi makan Mie Yamin, langsung pengen dong. Secara udah lama nggak makan di kantin. Dasar pengenan! hehehe...

Lah ndilalah dapet undangan di Dinas Koperasi akhirnya saya putuskan mampir kampus. Kalau dari rumah ke kampus doang sih males, jauh dan panasnya yang bikin males. Beberapa kali setelah lulus ke kampus pas akhir pekan, jadinya nggak bisa makan di pujasera.

Pujasera FIB, merupakan kantin terbesar yang ada di kompleks kampus B Unair (dulu sih gitu, semoga masih sampai sekarang masih jadi yang terbersar). Dulu semasa kuliah, mahasiswa seantero kampus B ditambah  D3 Ekonomi (sekarang Fakultas Vokasi)  kalau makan kebanyakan di sini sampe penghuni aslinya (mahasiswa FIB sendiri) jarang dapet tempat duduk. Pengalaman kalau makan musti ngungsi di Student Centre.  

Di kantin yang siang itu masih ramai karena jam makan siang, saya dan Adel mengambil tempat duduk di bawah pendopo. Saya memesan  seporsi Mie Ayam Jakarta (mie yamin) sedang Adel memesan Nasi Kriwul.

Sambil menunggu pesanan datang, kami mengobrol ngalor ngidul tentang kegiatan masing-masing karena sudah jarang bertemu disibukkan kerjaan masing-masing sambil mengenang masa-masa jadi mahasiswa. Namanya manusia, selalu senang kalau disuruh cerita masa lalu. Tidak lupa disertai dengan rasan-rasan kelakuan mahasiswa masa kini yang banyak didengar Adel dari dosen-dosen.  


Mie Ayam Jakarta (Mie Yamin)


Seporsi Mie Yamin di Pujasera FIB


Mie Ayam Jakarta atau biasa disebut Mie Yamin, merupakan kuliner Pujasera FIB yang masih bertahan sampai saat ini (kebanyakan penjualnya udah pada ganti) 
Mie Yamin berbeda dari Mie Ayam pada umumnya baik dari segi rasa,topping dan cara penyajiannya. 
  • Rasa Mie Yamin
Soal rasa, Mie Yamin cenderung manis dan asin. karena bumbu dasarnya memang kecap. Tekstur mie yang kenyal dan kecoklatan  berbeda dengan Mie Ayam yang cenderung putiih saat disajikan 
  • Topping Mie Yamin 
Jika Mie Ayam disajikan dengan topping potongan ayam yang dibumbu semur ditambah sayuran dan ceker, topping mie Yamin juga ayam, namun Ayamnya berbentuk ayam goreng suwir yang lembut dan cenderung tanpa bumbu. sehinggha terasa gurih ayamnya saja. ditambah dengan taburan daun bawang yang banyak serta bawang goreng. Tidak lupa Mie Yamin  dilengkapi dengan pangsit basah, berbeda dengan Mie Ayam yang dilengkapi dengan Pangsit goreng. 
  • Cara Penyajian 
Mie Yamin disajikan secara terpisah dari kuahnya.kuahnya juga terasa gurih kaldu ayam. sehingga penikmat Mie Yamin dapat memlih makan keringan atau ditambah kuah yang dituang sedikit demi sedikit ke mangkok. 


Dibanderol dengan harga 11.000/porsi (jaman kuliah dulu masih 8000 😂), makan Mie Yamin di Pujasera  FIB Unair ini cukup bikin perut kenyang. Porsinya yang banyak, membuat saya tak kuasa untuk menghabiskannya sendiri. Meski rasanya hampir sama dengan Mie Yamin di tempat lain,  tapi yang bikin kangen mie ini adalah suasananya dan juga kenangannya. Kenangan bersama gebetan teman kampus.




Beberapa penjual di Pujasera FIB  sudah banyak berganti.Yang masih berjualan jelas mie Yamin & penyetannya , Nasi Kriwul, dan mas Gondrong (langganan kalau pesen kopi)  . Maklum dulu jadi anak kuliah  nggak bisa lepas dari kopi, sekarang udah pensiun kopi gara-gara lambung bermasalah. Bakso Pak Gendut dan Ayam Kremes langganan sudah pindah entah kemana. :(


Mengenang Kantin FIB banyak cerita juga dengan tempat di dekatnya, SC (student center) / sekre Ormawa. Secara dulu di dua tahun pertama tempat itu berasa kosan makan, tidur siang, sholat, ngerjain tugas,, dan tentu ada yang menjadikannya kosan beneran alias menginap di situ.
sekarang tempatnya sudah bagus, lebih rapi dan bersih.

SC yang Baru 


Kunjungan singkat yang auto bikin kangen ngampus. Karena Adel buru-buru melanjutkan pekerjaannya dan saya harus bergegas pulang, kami tidak sempat untuk keliling di dalam gedung untuk melihat berbagai perubahan yang ada. Mungkin lain kali bisa lebih lama lagi. 😁

You May Also Like

2 komentar

  1. sepertinya tempatnya nyaman ya mbak.
    harga juga terjangkau 11.000/porsi aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, tempatnya nyaman. Porsinya juga banyak, cukup mengenyangkan.

      Hapus