9 Aplikasi yang Populer digunakan Saat COVID-19

1 comment



Pandemi COVID-19 yang telah merebak di seluruh dunia hampir melumpuhkan separuh aktivitas warga di dunia. Segala bentuk aktivitas yang mengumpulkan orang banyak dihentikan. Baik itu kegiatan kantor, keagaamaan hingga kegiatan sekolah. 
Terlebih lagi saat ini beberapa kota di Indonesia melakukan PSBB sehingga pertemuan langsung sangat dibatasi. Sejak itu pula aplikasi-aplikasi penunjang kegiatan work from home (WFH) dan learning from home (LFH) populer digunakan sebagai pengganti pertemuan langsung. Aplikasi tersebut kini digemari oleh berbagai kalangan.

  • Zoom Cloud Meeting 

Zoom merupakan aplikasi teleconference yang menjadi populer karena COVID-19. Meski di Indonesia sendiri aplikasi ini baru populer satu bulan belakangan.
Zoom Cloud Meeting banyak digunakan untuk pembelajaran daring antara guru dan siswa. Zoom Cloud Meeting dapat menampung hingga 100 orang dalam sekali teleconference.
Saya tahu aplikasi zoom Cloud Meeting gara-gara murid les yang melakukan pembelajaran dari rumah disuruh menggunakan aplikasi tersebut.
Selain sebagai pengganti pertemuan dan pembelajaran sekolah secara daring, aplikasi zoom kini juga populer digunakan untuk seminar. Namun banyak juga yang menggunakan zoom hanya untuk seru-seruan bersama teman atau sekadar melepas rindu karena tidak bisa bertemu langsung. 

  • Google Meet (Hangouts)

Google Meet merupakan aplikasi besutan Google yang juga digunakan untuk melakukan teleconference. Pesaing aplikasi serupa zoom Cloud ini dulunya bernama hangouts yang kini mulai memperbarui fitur-fitur mereka. Google Meet juga bisa menampilkan muka penggunanya dalam waktu bersamaan. Jika Zoom bisa menampilkan hingga 100orang, Google Meet hanya bisa menampilkan 16 peserta conference saja.

  • Google Classroom

Google Classroom adalah platform yang digunakan khusus untuk pembelajaran antara siswa dan guru. Murid saya banyak menggunakan ini untuk melihat materi atau tugas lain yang diberikan gurunya.
Dilansir melalui edu.google, Google Classroom dapat digunakan untuk hal-hal berikut:
1. Beri masukan yang lebih baik dengan cepat menggunakan bank komentar
2. Tugaskan dan beri nilai tugas dengan aman. Anda juga bisa menggunakan tugas kembali atau berkolaborasi.
3. Posting, beri komentar, dan fasilitasi diskusi kelas
4.Kelola materi dan sumber referensi agar tetap teratur di halaman Classroom
5. Kelola dan lihat wali, siswa, dan rekan pengajar di halaman Orang
6. Hilangkan gangguan dengan memberikan kuis dalam mode terkunci
Selain itu, Google Classroom juga menyediakan aplikasi pembelajaran melalui games yang terintegrasi di dalamnya. Beberapa aplikasi games tersebut yaitu: clasacraft, pear deck, quizizz,  Tynker, Kami, dan Litle Sis

  • Microsoft Sway

Microsoft Sway ini merupakan aplikasi baru dari Microsoft, saya baru tahu platform ini ketika  membantu murid les saya mengerjakan tugas-tugas sekolah. 
Microsoft Sway dapat digunakan untuk membuat laporan, cerita, dan presentasi dengan menarik. Banyak tema dan warna yang tersedia. 
Biasanya, murid saya mendapat materi dari gurunya berupa link yang mengarah pada Microsoft Sway. Murid Bisasecara langsung mengunduh materi yang telah diberikan. 
  • Whatsapp

Jauh sebelum Pandemi Covid-19 aplikasi whatsapp sudah cukup populer digunakan sebagai layanan pesan instan /chatting. Kepopuleran whatsapp semakin meningkat sejak Pandemi COVID-19  karena segala bentuk diskusi dan koordinasi  yang biasanya dilakukan secara langsung harus dilakukan secara online. Aplikasi whatsapp juga memiliki layanan video call namun jumlah orang yang bisa melakukan secara bersamaan lebih sedikit.
Yang cukup unggul dalam whatsapp adalah bisa membuat ruang obrolan bersama (grup) yang memungkinkan beberapa orang bisa mengirim pesan diskusi dalam satu ruang.

  • Google Form

Google Form merupakan produk dari Google yang berguna untuk mengumpulkan respons dari banyak orang. Aplikasi ini juga cukup populer digunakan di tengah COVID-19, terutama untuk mengirim dan mengerjakan tugas bagi anak-anak sekolah. Sekolah murid les saya menggunakan Google Form  untuk membuat tugas dan ujian. Google form cukup efektif karena setelah murid mengisi seluruh soal, nilai alam langsung keluar.
Beberapa waktu lalu, ujian sekolahnya (murid les saya kelas 6 SD) juga menggunakan Google Form. Google Form bisa diatur berbatas waktu, sehingga ketika murid terlambat mengerjakan sesuai waktu yang ditentukan, maka Google Form tidak akan bisa diakses lagi. Akibatnya, murid harus mengikuti ujian susulan.

  • Instagram

Sejak banyak orang melakukan aktivitas di rumah, peningkatan penggunaan instagram bertambah. Aplikasi yang kini berada di bawah naungan  Facebook tersebut digunakan banyak influencer, tokoh publik, penulis, dan akun-akun media sosial untuk melakukan siaran langsung instagram (instagram live)  dengan topik-topik tertentu.
Instagram live yang biasa saya ikuti adalah livenya Mbak Kalis Mardiasih atau Mbak Okky Madasari penulis favorit saya.

  • Aplikasi Edit Video

Ingin tak ingin, mau tak mau saya juga turut belajar aplikasi Edit  video di tengah Pandemi ini. Beberapa tugas murid saya mengharuskan untuk kirim video, sedangkan kita tahu bahwa pengiriman video melalui email atau whatsapp memiliki batas ukuran maksimal (perintahnya memang harus melalui email/whatsapp. Tidak boleh melalui Drive).
Akibatnya, dari ukuran rekaman yang besar, harus mengompres menjadi lebih kecil sesuai batas.
Aplikasi Edit Video yang biasa saya gunakan adalah Filmora atau  Power Director.

  • Ipusnas

Ipusnas adalah layanan pinjam buku daring dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kita bisa meminjam buku (e-book) melalui ipusnas sebanyak 3 buku dalam satu kali pemibjaman.
Dengan adanya Ipusnas ini saya sangat senang, karena banyak judul buku yang selama ini saya cari ternyata tersedia di ipusnas. Hehe selain tentunya praktis, aplikasi ini dapat diakses secara gratis, pinjam bukunya pun tak perlu mengeluarkan biaya.
Nah, nggak boleh lagi malas baca dengan  alasan  "nggak ada buku yang bisa dibaca di rumah"
Selama Pandemi ini kalian biasa memanfaatkan waktu untuk Atasi kebosanan di rumah dengan membaca buku-buku dari ipusnas.

Nah itu tadi 9. Aplikasi yang saya ketahui intensitas penggunaannya meningkat saat COVID-19. Covid-19 nyatanya tidak serta merta membawa dampak negatif tapi juga berdampak positif, yaitu kita mau tak mau harus mengikuti perkembangan teknologi di era 4.0 ini.
Dampak Covid-19 terhadap guru-guru konvensional harus belajar memanfaatkan teknologi, murid-murid sekolah memanfaatkan gawai secara positif, orangtua juga turut belajar perkembangan teknologi pendidikan saat mendampingi anak, serta para pekerja kantor yang biasa melakukan pekerjaan langsung juga belajar bekerja efisien dengan memanfaatkan teknologi.
Semoga dengan adanya Covid-19 yang berdampak negatif, juga ada sisi positif yang bisa diambil. 
Dari beberapa aplikasi yang populer di atas, mana yang lebih sering teman-teman gunakan?


Rie agustina
Selain Suka Pantai, aku juga suka kamu :) Kunjungi Tulisan saya lainnya di Jurnalrieagustina.com

Related Posts

1 comment

  1. Wah, mbaknya dari Surabaya juga ya. Salam kenal ya mba. Memang kita harus pandai-pandai mencari aplikasi yang membuat nyaman selama masa pandemi ini

    ReplyDelete

Post a Comment