Mencicipi Nasi Lengko H. Barno Kuliner Khas Cirebon

by - 02.03




Nasi Lengko merupakan salah satu kuliner khas daerah Cirebon. Meski di beberapa kota di Jawa Timur juga ada penjual  Nasi Lengko, mencoba makanan di tempat asalnya tentu memiliki suasana yang berbeda. Beberapa waktu lalu saat mengunjungi Cirebon bersama teman-teman, tak lupa kami mampir ke salah satu warung (lah warung? Di Cirebon apa ya istilahnya?) Nasi Lengko.
Nasi Lengko H. Barno 

Kami berlima yang sudah lapar di  pagi setengah siang kala  itu  memilih Nasi Lengko H. Barno Pagongan yang terletak di Perempatan Jalan DR. Ciptomangunkusumo, Kesambi, Cirebon karena menurut maps tidak terlalu jauh dari lokasi acara kami.


Sambil menunggu bapaknya menyiapkan pesanan, kami sempat mengajak ngobrol  untuk mengetahui asal-usul Nasi Lengko. Nasi Lengko, berasal dari kata lengko yang menurut bapak penjualnya berarti tidak ada, langka/jarang. Jadi maksudnya nasi yang tidak ada lauknya (protein hewani).  Nasi Lengko ini adalah nasi yang dibuat tidak ada protein hewaninya. Karena semua bahannya kaya akan karbohidrat.

Nasi Lengko merupakan makanan hasil kreasi orang-orang Cirebon pada masa penjajahan hingga pascakemerdekaan. Di mana masyarakat kala itu serba kekurangan untuk mendapatkan lauk yang layak. Tahu dan tempe adalah makanan sederhana yang mudah didapatkan

Isi  Nasi Lengko


Sepiring Nasi Lengko Khas Cirebon 

Tak lama, di depan kami segera tersaji 5 piring Nasi Lengko. Nasi Lengko terdiri dari sepiring nasi hangat, dengan lauk Lengkonya yang terdiri dari potongan tahu goreng, potongan tempe goreng, tauge rebus, cacahan  mentimun, rajangan (potongan )daun kucai, dan taburan bawang merah goreng. Yang kemudian disiram dengan bumbu kacang pedas, ditambah dengan kecap manis. Saat ini, menikmati Nasi Lengko biasanya dipadukan dengan lauk Sate Kambing.

Oiya. Sebelum makan, tak lupa ritual photo-photo makanannya. Menyenangkan bukan, bertemu orang yang satu frekuensi? jadi, kalau mau foto makanan nggak dibilang alay karena sama-sama melakukan hal serupa. Biar sok-sokan seperti foodies yang udah tenar gitu. hehehehe...
Mas Dito, Mbak Yuni, dan Mas Pandu  sibuk


Rasa Nasi Lengko dan Cara Makan

Menurut saya, rasanya tidak terlalu special. Karena di Surabaya pun pernah makan nasi  tahu kecap dan kacang yang rasanya tak jauh beda dengan Nasi Lengko. Mungkin tergantung lidah masing-masing sih, tapi kurang cocok untuk lidah saya yang tidak terlalu suka makanan kurang berbumbu. Hehehe.. saya lebih suka makanan yang bumbunya banyak. Meskipun dominan kecap seperti MieYamin atau Lontong Kupang dan Sate Kerang di Surabaya yang penting bumbunya terasa Bahkan kalau makan tahu tek atau tahu telor minta banyak bawangnya.

Pilih diaduk atau enggak pas makan? 
Cara makan nasi Lengko adalah dengan diaduk/dicampur menjadi satu. Tapi balik lagi ke selera masing-masing. Sama  seperti cara makan bubur ayam, kamu milih tim diaduk atau enggak :D


Nasi Lengko H. Barno yang kami kunjungi adalah cabang dari Nasi Lengko H. Barno Pagongan. Harga satu porsi nasi Lengko adalah 15.000 kalau setengah porsi 10.000, harga yang menurut saya agak mahal untuk jenis makanan seperti ini. Mungkin karena nama H. Barno udah besar, jadi cukup berpengaruh.

Akses Lokasi 


Terletak tidak jauh dari Transmart Cirebon dan CSB Mall nasi Lengko H. Barno yang terletak di Ciptomangunkusumo ini cocok untuk destinasi kuliner di luar mall. Namun karena letaknya yang persis di pojokan perempatan, untuk pengunjung yang membawa mobil agak kesulitan untuk mencari parkir kendaraannya. Alternatifnya parkir di dalam mall walau harus jalan kaki. 

Sebelum balik, nggak lupa foto dulu dong. wkwkk  nggak janjian lah kok bajunya kebetulan  dominan navy . 


You May Also Like

8 komentar

  1. Nasi lengkonya benar menggiyurkan ya. Saya jadi pingin ikut cobain. Ah kebetulan saya juga suka hidangan yang pakai kecap seperti mie yamin, telor ceplok dikecapin juga hahaha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak :D hehehe saya yang penting bumbunya terasa...
      salam kenal kak. Terimakasih sudah mampir

      Hapus
  2. jadi bayangin soalnya kamu sempet nulis nasi tahu kecap dan kacang. eh tapi kalau aku nyasarnya jadi tahu lontong kalau beli disini.

    kuliner jawa barat g masuk ke lidahku sih, cita rasanya cenderung manis, kecuali nasi jamblangnya yang emang endeus banget!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, kalau tahu lontong pake lontong. Bedanya ini pake nasi.

      Nasi jamblang kurang di lidah, empal Gentong yang malah mirip soto betawim hehe

      Hapus
  3. mirip kayak ketoprak ya pake bumbu kacang, toge, tahu, timun, tapi yang paling bikin beda satenya ya, jadi ingin coba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hampir sejenis kak.. tapi ini nggak pakai kerupuk. Hihihi

      Waktu itu satenya belum cobain juga.

      Hapus
  4. sepertinya rasanya nikmat mbak, apalagi harga bersahabat hanya 15rb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi kurang cocok di lidah saya mas.. bumbunya kurang sip buat lidah Jawa Timuran saya.

      Hapus