Suasana Berbeda Saat Puasa Ramadan di masa Covid-19 - rieagustina

Suasana Berbeda Saat Puasa Ramadan di masa Covid-19

Ramadan Kali ini mungkin berbeda kawan.. Tapi jangan menyerah dengan keadaan Penggalan lagu dari iklan salah satu provider telekomunikasi ...


Ramadan Kali ini mungkin berbeda kawan..
Tapi jangan menyerah dengan keadaan

Penggalan lagu dari iklan salah satu provider telekomunikasi tersebut belakangan menggema di layar televisi dan aplikasi-aplikasi media lainnya. Liriknya sangat mengena di hati terkait kondisi yang  benar adanya. Ramadan kali ini memang berbeda. Masyarakat Indonesia dan seluruh dunia harus menghadapi Pandemi Covid-19 pada bulan puasa tahun ini. 

Kegiatan Ramadan di Indonesia yang biasanya ramai diadakan banyak ditiadakan karena imbauan untuk #dirumahaja dan menjalani physical distancing. Selain itu penerapan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di berbagai wilayah menjadikan atmosfer bulan ramadan kali ini seakan menjadi biasa.

Orang tidak lagi antusias menyambut ramadan dengan perayaan, karena Covid-19 banyak merenggut senyum di wajah masyarakat. Orang-orang sibuk untuk berjuang melawan Covid-19.  Saya cukup sedih ketika awal ramadan lalu melihat situasi dan kondisi yang semakin susah dijelaskan ini. Ramadan yang cukup berbeda dengan kebiasaan di tahun-tahun sebelumnya. 

Ini suasana yang saya rasakan sangat berbeda dengan puasa di bulan Ramadan tahun-tahun sebelumnya

Suasana Puasa di Tengah Covid-19 

1. Tidak Ada salat Tarawih berjamaah 

Ini yang membuat sedih, biasanya pada malam pertama salat Tarawih, masjid dan mushola  dekat rumah akan ramai sesak dipenuhi oleh jamaah baik pria, wanita maupun anak-anak. 
Masjid di dekat rumah tahun ini tidak menggelar shalat Tarawih berjamaah, hanya menggelar salat wajib seperti biasa dengan shaf yang dibuat renggang sesuai aturan pshycal diatancing.  Rasanya begitu sedih, masjid sepi saat bulan puasa kali ini. 

2. Tidak ada undangan  buka bersama di luar

Tidak bisa dipungkiri, biasanya bulan ramadan merupakan bulan yang banyak dimanfaatkan untuk mengadakan buka bersama mulai dengan kawan SD, Smp, Sma, Kuliah, Rekan kerja hingga komunitas yang diikuti. Namun, di tahun ini tak bisa dilakukan karena adanya COVID-19 
Biasanya sebelum ramadan grup-grup WA sudah rempong dengan rencana buka bersama, walau kadang cuma berakhir wacana. "eh, tahun ini bukber di sini yuk, bukber sama anak-anak yuk," biasanya kalimat-kalimat tersebut akan menghiasi grup. Namun tahun ini, isi hatnya berubah 
"gimana keadaanmu, kondisi di tempatmu aman?" 
“nanti bisa pulang ke kampung nggak? “
"stay safe ya, kamu di sana" 
Kurang lebih pesan-pesan semaca itu yang menghiasi layar grup chat
Undangan buka bersama biasanya juga sebagai ajang  silaturahmi dengan kawan lama yang terpisah di berbagai belahan dunia, namun tahun ini tidak bisa terwujud karena situasi COVID-19 yang semakin banyak menelan korban. 

3. Tidak ada sahur on the road dan musik Patrol /teriakan membangunkan sahur

Selain buka bersama, biasanya akan ada banyak komunitas maupun perseorangan yang mengadakan sahur on the road. Yaitu kegiatan berbagi makanan kepada orang-orang yang berada di jalanan pada jam sahur. 
Namun, hal tersebut diganti dengan kebaikan lainnya yaitu  banyaknya pembukaan donasi kepada orang-orang yang terdampak Covid-19. Suasana musik Patrol atau teriakan bocah-bocah yang sering digunakan untuk membangunkan warga saat sahur pun kini tidak lagi terdengar gaungnya karena imbauan untuk tetap berada di rumah. 

4. Banyak Pasar Ramadan yang ditiadakan

Hal yang saya sedihkan di tahun ini saat bulan puasa adalah sepinya pasar/bazar Ramadan. Bahkan di Surabaya tiga tempat  yang saya ketahui paling ramai selama Ramadan pun kini ditutup. 

Pasar Takjil Bundaran ITS

Bagi warga Surabaya, Pasar Takjil yang berada di Bundaran ITS (institut Sepuluh November Surabaya) ini merupakan salah satu tempat yang cukup ramai dijadikan tempat berburu takjil. Tidak hanya dari mahasiswa, warga juga ramai mencari kudapan di tempat ini. Sayangnya, tahun ini pasar takjil di tempat tersebut ditiadakan karena dilarang demi memutus sebaran Covid-19 

Masjid Agung 

Padahal setiap tahunnya, pasar Ramadan di Masjid Agung mampu mendatangkan ribuan pengunjung dari jamaah yang akan melaksanakan Salat Tarawih di Masjid Agung. Pasar Ramadan di Masjid Agung biasanya sangat ramai, berbagai penjual takjil, makanan maupun Barang-barang lainnya dapat dijumpai di sana. 

Makam Sunan Ampel

Pasar Ramadan yang berada di kawasan Makam Sunan Ampel pun mengalami hal serupa. Tahun ini pelarangan bagi pedagang untuk berjualan dan ditutupnya Makam Sunan Ampel bagi yang ingin berziarah. 
Di sejumlah tempat pun mengalami hal serupa, pedagang takjil yang biasa mengumpulkan pundi-pundi rupiah entah bagaimana sekarang.

5. Puasa di tengah suasana duka

Puasa kali ini kita diselimuti  suasana duka karena banyak hal terkait COVID-19, semakin hari pasien terinfeksi bertambah, banyaknya saudara kita dan tenaga medis yang berpulang karena COVID-19, banyaknya informasi yang diterima terkait kesulitan ekonomi sebagai salah satu Dampak Covid-19, banyak orang yang terkena pemutusan Hak Kerja (PHK) DAN sebagian dirumahkan. 

6.Intensitas berburu baju lebaran dan kue-kue ramadan yang berkurang

Baru juga beberapa hari ramadan, pasar-pasar akan dipenuhi display baju-baju yang mentereng. Toko-toko kue akan ramai diserbu masyarakat sebagai persiapan hari Raya Idulfitri atau untuk berbagi. Namun di bulan  puasa kali ini jelas terasa berbeda, di luar sana banyak orang yang berjuang untuk bertahan di tengah himpitan ekonomi yang semakin terpuruk.

7. Larangan Mudik Untuk Pertama kalinya 

Yang paling berbeda pada puasa di masa Covid-19 ini adalah pelaeangan mudik untuk pertama kalinya. Beberapa bulan lalu orang-orang masih sempat berbondong rebutan membeli tiket kereta atau transportasi lainnya untuk mudik. Namun, kini pemerintah telah melarang masyarakat untuk mudik karena persebaran COVID-19 yang banyak disebabkan oleh orang-orang mudik dari Zona Merah ke kampung. 
Padahal, pada bulan Ramadan selalu identik dengan mudik bagi para perantau untuk sambang kampung halaman dan bertemu keluarga besar yang mungkin hanya bisa satu tahun sekali.

Hikmah Berpuasa di Tengah Pandemi

Fabiayyi alaa'i Rabbikuma Tukadziban
"maka nikmat Tuhanmu mana lagi yang kamu dustakan? “

Bagaimanapun, bulan Suci Ramadan adalah bulan penuh berkah, terus berdoa memohon yang terbaik kepada Allah Swt dan berbaik sangka karena Allah akan menolong hamba-Nya yang benar-benar percaya kepada-Nya.

Di tengah situasi carut-marut di luar sana, hendaknya diri sendiri mampu mengambil hikmah dari segala kejadian. Bahwa semua yang terjadi merupakan ketetapan Dari Allah SWT. Beberapa hikmah yang bisa kita ambil saat berpuasa di tengah Covid-19 yaitu: 
- menjadi lebih  banyak Ibadah
- memperluas sabar dan syukur
- menghargai uang dan rezeki berapapun yang diterima 
- menjaga kesehatan dan kebersihan
- banyak berkumpul dengan keluarga 
- jadi kreatif mengotak-atik menu makanan dengan bahan seadany

Semoga puasa di tengah COVID-19 kali ini menjadikan diri ini pribadi yang lebih baik lagi. Tetap dilimpahkan rezeki yang tak putus dan  Semakin mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan. Memperluas sabar dan ikhlas. Serta bagi orang-orang yang telah berpulang karena COVID-19 di bulan Ramadan ini  mendapat tempat terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan dapat ikhlas menerima. Meski sedih karena tidak bisa melakukan perawatan jenazah seperti umumnya.

You Might Also Like

0 Comments